Apakah Cinta Konsep Utopis dan Pernikahan adalah Urusan Duniawi?
Viewrite-Berbicara soal pernikahan dengan beberapa teman bahwa untuk menikah muda karena sebuah alasan praktis.
Beberapa dari orang telah memutuskan untuk menikah. Sebagain dari wanita dan laki-laki, perkawinan adalah masalah besar, atau memilih tidak pernah sama sekali.
Ketika saya mengatakan ini kepada mereka, mereka semua berkata, mereka hanya bersikap "realistis".
Semua orang pasti bermimpi suatu hari nanti dalam pernikahan yang stabil, sementara sebagian teman-teman saya mengatakan bahwa mereka menikah karena alasan keuangan yang tidak stabil, atau karena pasangan mereka sangat mencintainya.
Ketika saya bertanya kepada mereka bagaimana dengan kebahagiaan individunya, mereka tidak bisa memberi saya jawaban secara langsung.
Saya pikir, sampai pada titik yang saya percaya bahwa pernikahan itu tidak begitu perlu bagi setiap orang. Setiap pasangan memiliki visi yang berbeda tentang pernikahan, sedangkan memiliki pasangan "stabil" yang di inginkan sebagai pasangan tidak begitu menarik.
Apakah akan tetap seperti ini dan tidak menjadi "realistis" seperti yang lain?
Masih dalam sebuah pertanyaan. Apakah cinta hanyalah konsep utopis, sementara pernikahan adalah masalah duniawi?
Makna cinta sendiri memiliki arti keindahan dan utopia memiliki arti yang baik (indah) di alam pikiran tapi tidak dalam kenyataannya untuk menjadi fakta yang tidak baik.
Hasil dari jawaban atas pertanyaan ini, sementara saya masih percaya bahwa pernikahan itu tidak begitu perlu bagi setiap orang dengan alasan keuangan dan ke khawatiran serta realistis kondisinya masing-masing.
Ini merupakan pertanyaan sederhana namun sangat mendalam tidak cukup di pikirkan secara sederhana dan singkat.
Bila ada pendapat lain saya akan merasa senang untuk melengkapi nya!
Beberapa dari orang telah memutuskan untuk menikah. Sebagain dari wanita dan laki-laki, perkawinan adalah masalah besar, atau memilih tidak pernah sama sekali.
Ketika saya mengatakan ini kepada mereka, mereka semua berkata, mereka hanya bersikap "realistis".
Semua orang pasti bermimpi suatu hari nanti dalam pernikahan yang stabil, sementara sebagian teman-teman saya mengatakan bahwa mereka menikah karena alasan keuangan yang tidak stabil, atau karena pasangan mereka sangat mencintainya.
Ketika saya bertanya kepada mereka bagaimana dengan kebahagiaan individunya, mereka tidak bisa memberi saya jawaban secara langsung.
Saya pikir, sampai pada titik yang saya percaya bahwa pernikahan itu tidak begitu perlu bagi setiap orang. Setiap pasangan memiliki visi yang berbeda tentang pernikahan, sedangkan memiliki pasangan "stabil" yang di inginkan sebagai pasangan tidak begitu menarik.
Apakah akan tetap seperti ini dan tidak menjadi "realistis" seperti yang lain?
Masih dalam sebuah pertanyaan. Apakah cinta hanyalah konsep utopis, sementara pernikahan adalah masalah duniawi?
Makna cinta sendiri memiliki arti keindahan dan utopia memiliki arti yang baik (indah) di alam pikiran tapi tidak dalam kenyataannya untuk menjadi fakta yang tidak baik.
Hasil dari jawaban atas pertanyaan ini, sementara saya masih percaya bahwa pernikahan itu tidak begitu perlu bagi setiap orang dengan alasan keuangan dan ke khawatiran serta realistis kondisinya masing-masing.
Ini merupakan pertanyaan sederhana namun sangat mendalam tidak cukup di pikirkan secara sederhana dan singkat.
Bila ada pendapat lain saya akan merasa senang untuk melengkapi nya!
