Hiduplah Seperti Matahari
Bagaimana kalau bagi kalian yang punya masalah karena terlalu sering diomongin orang, atau selalu risih dengan omongan orang-orang di sekitar disaat kita berbuat sesuatu. Mungkin sebuah filosofis matahari bisa dijadikan sebuah inspirasi bagi kita semua.
Menurut saya pribadi hidup itu harus seperti matahari yang bersinar, ia tidak pernah peduli dengan orang yang berteriak karena kepanasan oleh sinarnya atau mengeluh karena panasnya.
Matahari dengan santai terus bersinar dan berjalan setiap hari dari timur ke barat dan terus begitu setiap harinya selalu memberikan manfaat.
Bagaimana kalau bagi kalian yang punya masalah karena terlalu sering diomongin orang, atau selalu risih dengan omongan orang-orang di sekitar disaat kita berbuat sesuatu. Mungkin sebuah filosofis matahari bisa dijadikan sebuah inspirasi bagi kita semua.
Menurut saya pribadi hidup itu harus seperti matahari yang bersinar, ia tidak pernah peduli dengan orang yang berteriak karena kepanasan oleh sinarnya atau mengeluh karena panasnya.
Matahari dengan santai terus bersinar dan berjalan setiap hari dari timur ke barat dan terus begitu setiap harinya selalu memberikan manfaat.
BACA JUGA : Ajaran Filosofi Diogenes Of Sinope
Jadi inti hidup itu ya bagaimana kita melakukan tugas kita sebagaimana mestinya, jagan pernah memperdulikan orang yang mengganggu kita atau mengkritik kita seolah kita tidak bermanfaat.
Maka teruslah anda berjalan sesuai dengan keyakinan bahwa diri kita bermanfaat bagi sebagian orang meski penilaian orang itu tidak semuanya baik jadi kita anggap sebagai pemandangan di kanan dan kiri kita sebagai rupa-rupa pandangan orang terhadap kita.
Maka kalau dijelaskan secara ilmiahnya para psikolog sekarang menemukan bahwa sumber kegelisahan dan penyebab manusia modern menjadi tidak tenang dalam hidupnya adalah apa yang disebut dengan “Status Anxiety”…satu ketakutan karena status.
Kita sering merasa tidak enak berbuat sesuatu karena takut apa yang di kata orang kalau kita begini dan apa kata orang kalau kita begitu.
Kita berbuat lebeh pada pertimbangan status, bukan pada pertimbangan yang rasional yang seharusnya diperbuat. Seperti contoh nyatanya bisa bermacam-macam hal dalam kehidupan dan bisa direnungkan oleh kita bersama.
Bagaimana Menurut Anda? Semoga Ini Bermanfaat!
Tolong Klik Emotnya Dong!

BACA JUGA : Beranikah Merasakan Rasa Sakit Dunia?
